Menjaga Lisan: Berkatalah yang Baik atau Diam

Menjaga Lisan: Berkatalah yang Baik atau Diam

Siswa berdiskusi dengan sopan dan saling menghargai pendapat

Lisan adalah nikmat yang Allah SWT berikan kepada setiap manusia. Dengan lisan kita dapat mengucapkan salam, membaca Al-Qur'an, berdoa, belajar, mengajar, dan menyampaikan dakwah. Namun, lisan juga dapat menjadi sebab munculnya perselisihan apabila digunakan untuk berkata kasar, berbohong, mengejek, atau menyebarkan fitnah.

Seorang kader dakwah harus mampu menjaga lisannya. Dakwah bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang memilih kata-kata yang santun, jujur, dan membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Perintah Berkata Baik

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

Artinya:

"Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia."
(QS. Al-Baqarah: 83)

Hadis Rasulullah ﷺ

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mengapa Menjaga Lisan Itu Penting?

  • Ucapan yang baik dapat menenangkan hati orang lain.
  • Perkataan yang santun mempererat persaudaraan.
  • Lisan yang terjaga mencerminkan akhlak seorang muslim.
  • Dakwah akan lebih mudah diterima jika disampaikan dengan tutur kata yang baik.

Perkataan yang Harus Dihindari

  • Berbohong.
  • Mengejek atau menghina teman.
  • Berkata kasar.
  • Ghibah (membicarakan keburukan orang lain).
  • Fitnah.
  • Menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Perkataan yang Perlu Dibiasakan

  • Mengucapkan salam.
  • Mengucapkan terima kasih.
  • Meminta maaf jika bersalah.
  • Mengucapkan tolong ketika membutuhkan bantuan.
  • Memberikan pujian yang tulus.
  • Menyampaikan nasihat dengan lembut.

Penerapan dalam Kursus Kader Dakwah

Saat latihan kultum, diskusi kelompok, maupun tampil pada salat Dhuha, salat Zuhur, pengajian masyarakat, atau perlombaan, gunakan bahasa yang santun, jelas, dan mudah dipahami. Hindari candaan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Seorang pembicara yang baik bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling bijak dalam memilih kata.

Aktivitas Deep Learning

Mindful Learning

Renungkan kembali perkataanmu hari ini. Adakah ucapan yang mungkin menyakiti hati teman? Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?

Meaningful Learning

Diskusikan bersama kelompokmu bagaimana satu kalimat yang baik dapat mengubah suasana kelas menjadi lebih nyaman.

Joyful Learning

Selama satu minggu, biasakan mengucapkan salam, terima kasih, maaf, dan tolong dalam setiap kesempatan. Catat perubahan yang kamu rasakan pada hubunganmu dengan teman, guru, dan keluarga.

Tahukah Kamu?

Banyak orang mulai tertarik kepada Islam karena kelembutan ucapan Rasulullah ﷺ. Beliau berbicara dengan jelas, tidak tergesa-gesa, tidak berkata kasar, dan selalu menjaga perasaan lawan bicaranya.

Refleksi

  • Apakah saya sudah berbicara dengan sopan kepada orang tua, guru, dan teman?
  • Apakah saya pernah menyebarkan berita yang belum saya pastikan kebenarannya?
  • Bagaimana cara saya memperbaiki kebiasaan berbicara mulai hari ini?
  • Ucapan baik apa yang akan saya biasakan setiap hari?

Target Amalan Pekan Ini

Selama tujuh hari, usahakan tidak berkata kasar, tidak mengejek teman, dan tidak membicarakan keburukan orang lain. Sebaliknya, perbanyak ucapan yang mengandung doa, semangat, dan kebaikan. Tuliskan pengalamanmu dalam jurnal pembelajaran.

Kesimpulan

Lisan adalah amanah dari Allah SWT. Seorang kader dakwah harus menjadikan lisannya sebagai sumber kebaikan, ilmu, dan semangat bagi orang lain. Ketika lisan dijaga dengan baik, dakwah akan lebih mudah diterima dan persaudaraan akan semakin erat.

"Sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri: apakah ucapan ini benar, baik, dan bermanfaat?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang di Kursus Kader Dakwah MTs Nurul Islam Indonesia

Visi, Misi, dan Tujuan Program Kursus Kader Dakwah MTs Nurul Islam Indonesia

Apa Itu Kader Dakwah? Memahami Peran, Tugas, dan Karakter Seorang Muslim Inspiratif